Salah satu penerbang tersebut adalah Jannes Oldenbeuving. Pria berkebangsaan Belanda ini mengisahkan masa kerjanya di Merpati.
"Saya mulai bekerja di Merpati 16 Maret 2012. Saya sudah 2 tahun di sini. Saya dari Belanda," kata Jannes kepada detikFinance usai menemui anggota DPR di Lantai 7 Nusantara I, Gedung DPR Senayan, Senin (17/3/2014).
Jannes mengaku, Merpati adalah tempat kerja pertamanya setelah dia lulus sekolah penerbangan. Selama berkarir di Merpati, ia bertugas membawa pesawat MA60 yang bermesin turboprop.
"Merpati merupakan perusahaan yang bagus. Saya suka di sini karena suasana keluargaannya," sebutnya.
Jannes mengaku sejak November 2013 belum digaji. Hingga kini ia masih tercatat sebagai pilot kontrak Merpati. Selama tidak digaji, Jannes menggunakan sisa tabungan yang diperoleh untuk menyambung hidup di Indonesia.
"Saya memiliki tabungan selama bekerja 2 tahun. Sekarang saya keluarkan duit dari tabungan," jelasnya.Next
(feb/zul)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
Anda sedang membaca artikel tentang
Curhat Pilot Asing Merpati: Tidak Digaji dan Ditolak Garuda
Dengan url
http://mateofgod.blogspot.com/2014/03/curhat-pilot-asing-merpati-tidak-digaji.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Curhat Pilot Asing Merpati: Tidak Digaji dan Ditolak Garuda
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Curhat Pilot Asing Merpati: Tidak Digaji dan Ditolak Garuda
sebagai sumbernya